Uni Emirat Arab Puji Kualitas Imam Masjid Asal Indonesia Ikuti Seleksi di Abu Dhabi

Imam Indonesia yang diberangkatkan merupakan duta-duta bangsa, yang membawa budaya nusantara dan paham Islam wasathiyah di salah satu negara Timur Tengah itu.

Pertemuan Kemenag dan Awqaf di Abu Dhabi ini mengevaluasi dan merevitalisasi proses seleksi yang dilaksanakan.

Baca juga: Isi Acara Pesta Pantai, Muchsin Alatas dan Titiek Sandhora Singgah ke Istana Anak Yatim Batulicin

Pihak UEA mengapresiasi usaha optimal Kemenag dalam menyeleksi calon-calon imam terbaik untuk UEA tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, saat bersilaturahmi dengan para imam Indonesia di UEA, 18 Mei 2023, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mencetuskan ide baru: sertifikasi imam masjid di Indonesia. Profesor jebolan Jerman ini terinspirasi proses ketat seleksi imam ini.

“Jika kita bisa menyeleksi dan mengirimkan imam terbaik ke UEA, kenapa tidak kita juga memperbaiki kualitas imam di masjid-masjid Indonesia. Dengan sertifikasi, imam-imam terbaik akan mengisi dan menghidupkan masjid-masjid tanah air yang mencapai 800.000. Ke depan, imam masjid di Indonesia hafalannya baik, suaranya merdu, terampil mengembangkan masjid, dan sebagainya,” paparnya.

Ditambahkan Kamaruddin, pihaknya juga sedang mengkaji masalah honorarium imam masjid.

“Kami sedang menyusun regulasi terkait honorarium imam. Kita harus melayakkan dan mensejahterakan imam-imam di masjid kita. Mudah-mudahan draf regulasi segera mendapat persetujuan pihak terkait,” imbuh Kamaruddin.

“Kualitas imam yang baik akan membuat masjid disukai dan didatangi masyarakat. Masjid yang ramai penanda kualitas kehidupan beragama meningkat,” tambah Adib, Direktur Urais Binsyar, yang menemani Dirjen dalam kunjungan ini. (edj/hms)

Editor: Erna Djedi