WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Sekarang sedang mewabah varian baru virus corona yaitu subvarian Omicron XBB 1.16 alias Arcturus di Indonesia.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprediksi puncak kenaikan Arcturus akan terjadi pada 2-3 pekan mendatang.
Jumlah perkiraan kasus harian Covid-19 diprediksi mencapai tiga ribu kasus.
“Biasanya puncak kasus itu terjadi dalam 6-8 minggu setelah ditemukan subvarian baru, tetapi ini juga sedang dianalisis oleh ahli epidemiologi,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Kamis (4/5/2023).
Selain Arcturus, subvarian Omicron yang juga mendominasi di Indonesia saat ini adalah Kraken.
Temuan itu didapatkan melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).
Nadia menyebut subvarian Arcturus yang pertama kali diidentifikasi pada akhir Maret 2023 di Indonesia, saat ini sudah tersebar di beberapa provinsi dengan 10 lebih kasus yang dilaporkan.
Dengan demikian diprediksi puncaknya akan terjadi sekitar 2-3 minggu ke depan.
Kondisi ini, tambahnya, bisa diperparah dengan adanya arus balik Lebaran Idul Fitri.
Kendati demikian, Nadia memastikan fasilitas kesehatan di Indonesia masih mampu menangani lonjakan ini.
Dengan demikian, ia menilai belum perlu penambahan tempat tidur di faskes Covid-19 ataupun RS darurat Covid-19.
“Potensi naik ada, tapi sistem layanan kesehatan kita masih bisa menangani,” ujarnya.
Belakangan ini, jumlah penambahan kasus virus corona di Indonesia menunjukkan tren peningkatan.
Kenaikan kasus Covid-19 harian pada Rabu (3/5/2023) bahkan sudah menembus 2.647 kasus harian, tertinggi sejak Desember 2022.
Dalam sepekan misalnya, kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 mencapai 96,2 persen, pun dengan kasus kematian Covid-19 yang dilaporan meningkat mencapai 184,6 persen.







