Terungkap, Penyebab Bayi Kejang Setelah Mendengar Ledakan Petasan dan 6 Hari Kemudian Meninggal

WARTABANJAR.COM, GRESIK – Pihak keluarga bayi berusia 38 hari yang meninggal dunia setelah kejang mendengar bunyi petasan mengungkap hasil pemeriksaan medis.

Nufus, bibi dari bayi tersebut mewakili keluarga korban, menceritakan pada saat kejadian tepatnya saat ebaran, tetangga korban berinisal T diperkirakan berusia 45 tahun, menyalakan petasan berukuran besar.

T menyalakan petasan di lokasi yang berjarak hanya dua rumah dari kediaman korban di gang barat Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Nufus bercerita, saat petasan meledak, suaranya menggelegar sangat keras sehingga bayi N langsung kejang.

“Mata sebelah kanan tidak bisa melek, sama lidahnya ke atas tidak bisa dikasih minum,” ujar Nufus, Jumat (28/4).

Baca juga: Bayi Meninggal Setelah Kejang-kejang Mendengar Bunyi Petasan, Sempat Dirawat 6 Hari

Bayi yang lahir dua hari sebelum bulan Ramadan itu, lanjut Nufus, pun langsung dilarikan ke klinik.

Namun, lantaran klinik tutup, akhirnya dibawa ke bidan.

Karena kondisinya parah, pada Selasa (25/4), bayi N dibawa ke rumah sakit di Jalan Wahidin Sudirohusodo untuk penambahan darah trombosit.