“Penegasan Ketum PSSI tersebut sama seperti yang menjadi target LIB untuk menjadi liga atau kompetisi nomor satu dan terbaik di ASEAN, kemudian menuju papan atas Asia. Ke depannya, saya optimistis upaya yang dilakukan dalam pengeloloan liga secara transparan dan akuntabel sudah pada trek yang tepat meskipun baru dimulai pada empat-lima bulan terakhir ini,” tambahnya.
Lebih lanjut Ferry Paulus menyadari, transparansi keuangan kepada tim audit, akan berdampak positif pada kepercayaan pemegang saham dan publik, yang akan berakibat pada value perusahaan akan naik. “Pemegang saham di PT LIB adalah semua klub peserta Liga 1 dan PSSI. Sudah seharusnya kami benar-benar transparan. Sebagai informasi di akhir bulan Mei, paling telat di awal bulan Juni 2023 pasca audit selesai, kami akan melaporkan performa keuangan PT LIB kepada pemegang saham klub Liga 1 dan PSSI dalam forum RUPS Luar Biasa,” lanjut Ferry Paulus.
Dikatakan Ferry, PT LIB secara korporasi sudah menunjukkan pengingkatan keuangan yang sangat baik. “Dengan kata lain, raport kami sudah tergambar akan biru. Jika trek ini bisa terus terjaga maka akan menjadi sejarah baru bagi PT LIB karena pertama kali LIB akan menyandang raport biru setelah bertahun-tahun selalu mengalami kesulitan keuangan,” tandas Ferry.
Ditambahkan Ferry lagi, saat ini pihaknya hampir rampung dalam proses restrukturisasi organisasi PT LIB, dimana ia sedang merancang dan menempatkan personel LIB untuk duduk pada kursi yang tepat, atau the right man on the right place.
“Saya sekaligus ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H, mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.(aqu/rls)
Editor Restu







