WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Umumnya anggota pemula di sejumlah club beladiri adalah anak-anak dan remaja, sementara orang dewasa sangat sedikit yang berminat belajar beladiri.
Padahal, seni beladiri itu untuk semua umur.
Hanya saja, karena pandangan banyak orang bahwa belajar beladiri itu latihannya keras dan juga mesti ikut pertandingan makanya tidak banyak orang dewasa mau ikut berlatih.
Sementara itu tidak banyak pula klub yang memfasilitasi latihan khusus orang dewasa atau orangtua, sehingga kalaupun ada yang berminat pastinya akan sungkan atau malu jika latihan bergabung dengan anak-anak dan remaja, walaupun ada pula beberapa orangtua yang percaya diri latihan dengan mereka.
Menurut Praktisi Karate dan Beladiri Praktis, Harry Budiman, para orangtua yang biasa mengantar anaknya berlatih beladiri sebenarnya juga berminat berlatih, karenanya perlu juga difasilitasi dengan membuka kelas untuk dewasa.
Pada kelas beladiri untuk dewasa, pelatih harus membedakan pola atau metode latihannya.
“Jangan disamakan dengan cara melatih anak-anak dan remaja,” katanya.
Perlu diperhatikan dalam hal ini adalah cara penyampaian materinya harus menyesuaikan dengan peserta latihan, bagi kalangan dewasa tentunya tidak perlu ada bentak-bentakan melainkan diperbanyak diskusi sambil berlatih.
Durasi latihan juga diperhatikan, setidaknya setiap 30 menit ada jeda.
“Untuk latihan fisik, pilihlah gerakan yang mudah mereka latihan dan tidak berpotensi mengundang cedera,” katanya.
Dalam hal sparing, lebih dominan latihan teknik-teknik pembelaan diri, bukan teknik cari poin seperti pertandingan.

