Lebih lanjut, Satriadi mengatakan, Bangunan Perumahan (BP) menjadi objek yang paling banyak mengalami kebakaran dengan dugaan penyebab korsleting listrik. Selain itu, ada juga penyebab kebakaran lainnya seperti kebocoran instalasi gas dan aktivitas membakar sampah yang dapat menyebabkan objek lainnya terbakar seperti instalasi luar gedung, bangunan umum dan perdagangan, kendaraan, bangunan industri, tumbuhan, dan lainnya yang harus diwaspadai.
“Oleh karena itu, sangat penting untuk kita tetap waspada dan mengambil tindakan pencegahan kebakaran yang tepat. Periksa instalasi listrik secara berkala dan segera ganti jika kabel atau perangkat listrik sudah terkelupas atau rusak,” imbuhnya.
Adapun langkah-langkah antisipasi kebakaran yang perlu diterapkan yaitu:
- Tidak meninggalkan kompor yang sedang menyala saat memasak;
- Pastikan kompor dalam keadaan mati saat akan meninggalkan rumah atau saat waktu istirahat;
- Perhatikan instalasi tabung gas yang digunakan untuk memasak, pahami ciri kebocoran gas seperti berbau menyengat, dan mengeluarkan bunyi pada saat instalasi;
- Lepas regulator dari tabung gas;
- Cabut steker dari stop kontak jika tidak terpakai;
- Laporkan kepergian mudik kepada pengurus RT/RW atau keamanan di lingkungan rumah;
- Titipkan kunci rumah kepada orang yang dipercaya;
- Titipkan hewan peliharaan ;
- Hindari penggunaan alat elektronik yang membutuhkan listrik secara berlebihan; dan
- Hindari penggunaan steker bertumpuk, dan gunakanlah peralatan listrik sesuai standar yang berlaku (SNI).(aqu/ip)
Editor Restu











