WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Pedangdut Saipul Jamil mengunggah videonya sedang diterapi kesehatan menggunakan binatang lintah.
Dia mengunggahnya di Instagram, Jumat (14/4/2023).
Aksinya ini kemudian membuat banyak netizen ngeri karena lidahnya jadi berdarah-darah akibat disedot oleh lintah.
Hewan melata pengisap darah itu ditempelkan Saipul Jamil di lidah dan kedua sisi luar hidungnya.
Bagian lidahnya tampak banyak mengeluarkan darah sehingga membuat area di sekitar mulutnya berlumurah darah.
Menurutnya, terapi ini dilakukannya demi menjaga kesehatannya.
“Bismillah terapi lintah biar sehat,” sebut pria yang akrab disapa Bang Ipul ini.

Sejumlah netizen berkomentar ngeri dengan hal ini.
Mereka penasaran apakah sakit atau tidak jika menggunakan terapi lintah seperti ini.
ber***: Aduh jadi horor vibes nya bang ipul
ren***: Seketika merinding dan lemess
Beberapa netizen ada juga yang menayakan apakah sakit jika diterapi menggunakan lintah.
“Sakit ga bang itu,” tanya awa***.
“Gak sakit bang?” tanya bra***.
Ipul kemudian menjawab bahwa diisap lintah untuk terapi ini tidak sakit.
Manfaat Terapi Lintah untuk Kesehatan
Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, terapi isap darah menggunakan lintah bagus untuk kesehatan.
Menurut artikel tersebut, hingga abad ke-19, lintah umum digunakan untuk mengisap darah pasien.
Dalam ilmu pengobatan di berbagai budaya sejak zaman kuno, hal ini dianggap dapat menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu.
Dalam bidang kedokteran modern, penggunaan lintah dibatasi untuk mengobati beberapa penyakit sendi seperti epikondilitis dan osteoartritis, varikosa, dan untuk pemulihan setelah bedah mikro.
Hirudin yang dihasilkan lintah digunakan sebagai obat antikoagulan untuk menyembuhkan beberapa kelainan terkait penggumpalan darah.
Terapi lintah diakui dalam pengobatan kontemporer karena studi ilmiahnya yang terbukti dan didukung.
Ini banyak digunakan sebagai metode pelengkap terapeutik yang harus dilakukan secara strategis dan hati-hati di bawah ahli medis karena memiliki efek samping tertentu.
Terapi lintah juga sudah tercantum dalam Standar Intevensi Keperawatan Indonesia (SIKI).
Menurut SIKI, terapi lintah didefinisikan sebagai penggunaan lintah untuk menghilangkan kelebihan jaringan yang ditanam yang bercampur dengan darah vena.







