Bahkan dari sana bisa diketahui nominal penarikan yang dilakukan oleh penerima manfaat.
“Kalau dulu enggak bisa ngecek itu, karena harus dicek, Oh udah salur belum, sudah terima belum,’ itu tu kita harus ngecek ke bank, tapi sekarang sudah bisa,” kata mensos.
Mensos Risma mengatakan, jika dahulu bantuan hanya salur saja, namun belum dapat diketahui apakah uangnya sudah ditarik langsung oleh penerima manfaat.
Kendalanya, ada beberapa lokasi yang tidak terjangkau oleh sistem perbankan sehingga penerima manfaat harus menempuh perjalanan panjang.
“Jadi nggak bisa, karena itu nggak seperti itu. Data itu harus ada usulan yang bertanggung jawab siapa yang mengusulkan itu. Makanya tadi kalau ada relawan tadi 1,6 juta relawan itu yang mengusulkan, dia bertanggung jawab, ada ID-nya dia, namun kita sembunyikan untuk melindungi mereka,” tandasnya.(aqu/ip)
Editor Restu







