Menaker Tegaskan Perusahaan Cicil THR Bakal Kena Sanksi Pembekuan Kegiatan Usaha

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Tunjangan Hari Raya (THR) tidak boleh dicicil dan wajib dibayarkan paling lambat H-7 Lebaran.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta kepada setiap perusahaan agar memberikan THR Full paling lambat H-7 Lebaran.

Tidak boleh dicicil, jelas Ida Fauziyah, sesuai dengan Surat Edaran Nomor M/2/HK.0400/III/2023 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2023 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

“THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. THR harus dibayar penuh, tidak boleh dicicil,” ujar Ida dalam konferensi pers di kantornya yang disiarkan secara virtual, Selasa (28/3/2023).

THR sendiri diberikan kepada pekerja atau buruh yang sudah bekerja di perusahaan minimal satu bulan atau lebih, serta pekerja yang memiliki perjanjian hubungan kerja dengan pengusaha selama paruh waktu tertentu ataupun tidak tentu.

Untuk pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih, diberikan THR sebesar gaji satu bulan.