Giliran Wali Kota Bengkulu Tolak Timnas Israel, Surati Menpora hingga FIFA

    WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Polemik keikutsertaan tim nasional (timnas) Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia masih bergulir. Banyak tokoh dan organisasi Tanah Air yang menolak keikutsertaan timnas Israel ini.

    Bahkan tak sedikit pemimpin daerah yang wilayahnya akan digunakan berlaga juga ikut-ikutan menolak kedatangan timnas Israel tersebut. Rencananya, laga tersebut akan digelar di enam provinsi, yakni DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Bali.

    Sekarang giliran Wali kota Bengkulu Helmi Hasan yang menolak timnas Israel berlaga di Piala Dunia U-20 di Indonesia.

    Penolakan itu disampaikan melalui surat resmi yang dilayangkan kepada Menpora dan Presiden FIFA pada 24 Maret lalu.

    BACA JUGA: Palestina Sebut Israel Tak Berniat Menurunkan Ketegangan di Bulan Suci Ramadhan

    Dalam salinan surat nomor 100/106/B.I yang diterima CNNIndonesia.com dari Kepala Diskominfo Bengkulu Gitagama Raniputera, terdapat tiga poin utama alasan Kota Bengkulu menolak timnas sepak bola Israel merumput di Indonesia.

    Pada poin pertama, Helmi mengutip amanat pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, ‘bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan’.

    “Bahwa kebijakan politik Israel terhadap Palestina tidak sesuai dengan kebijakan politik pemerintah Indonesia, dan tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel,” tulis Helmi yang diusung oleh PAN, Golkar, Gerindra pada Pilkada Bengkul 2012 melalui poin kedua surat tersebut.

    Sementara pada poin ketiga, Helmi menekankan bahwa Kota Bengkulu sebagai tanah kelahiran Sang Saka Merah Putih meminta agar pemerintah pusat bertindak sebagaimana FIFA tidak mengikutsertakan Rusia pada ajang Pial Dunia 2022 di Qatar beberapa waktu lalu.

    “Sebagai upaya untuk menjalankan amanah yang tertuang pada pembukaan UUD 1945 serta memegang teguh amanat Presiden RI pertama Ir Soekarno yang sangat berkomitmen terhadap kemerdekaan Palestina dan menghormati komitmen negara-negara di dunia terhadap kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

    Tidak hanya Wali Kota Bengkulu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bali Wayan Koster, dan sejumlah partai politik, hingga omas Islam menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia.

    BACA JUGA: Buntut Penolakan Gubernur Bali Terhadap Timnas Israel, Drawing Piala Dunia FIFA U-20 Batal!

    Sementara itu, FIFA telah membatalkan acara drawing atau undian Piala Dunia U-20 yang semula bakal digelar pada 31 Maret di Bali. Buntut pembatalan itu, Indonesia terancam gagal menjadi tuan rumah.

    FIFA disebut bahkan telah menunjuk Peru sebagai tuan rumah baru pengganti Indonesia. Terkini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir harus terbang ke Zurich untuk melobi FIFA soal pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia.(wartabanjar.com/berbagai sumber)

    editor : didik tm

    Baca Juga :   Viral Video Jemaah Wafat di Jalanan Makkah Akibat Kepanasan, Kemenag: Bukan dari Indonesia

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI