Ia menambahkan, selain dari pihak sekolah, ada juga dari Yayasan Dhuafa Tersenyum sekaligus Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan yang mengadakan nonton bareng di panti binaan mereka.
Ia sangat terkesan dengan antusias masyarakat yang berbondong-bondong meminta file film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
“Film ini merepresentasikan pertautan dialektis kreatif antara nilai universal agama (Islam) dengan budaya lokal (Banjar Kalimantan Selatan). Melalui sosok Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, cerita film ini mengetengahkan corak ajaran Islam dalam kesatuan spiritual dan keterkaitan historis,” terangnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengatakan apabila ada yang mau meminta file film biografi Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari langsung saja datang ke kantor Disdikbud Prov. Kalsel.
“Cukup kirimkan surat permintaan penayangan film saja kepada kami, maka langsung kami berikan file tersebut,” tuturnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







