“Motif sementara yang kami peroleh dari keterangan tersangka, dia bertengkar karena diminta melakukan ‘hand job’ oleh si korban. Namun kemudian kami masih melakukan pendalaman,” kata AKBP Iman.
Iman juga mengatakan akan mendalami apakah keduanya merupakan pasangan sesama jenis atau tidak.
Dia akan melibatkan ahli psikologi untuk mendalami itu.
“Sementara ini untuk pendalaman ke arah sana dalam bentuk LGBT atau lainnya, kami akan lakukan pendalaman dengan menggunakan psikolog atau psikiater,” ujarnya.
Korban tewas ditusuk di apartemennya di Cisauk, Kabupaten Tangerang. Polisi memperkirakan korban dibunuh sekita 12 jam sebelum jasadnya ditemukan di Tenjo, pada Rabu (15/3).
“Pelaku itu membunuh pertama kali si korban dengan menusuk sajam ke lehernya korban,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohanes Redhoi Sigiro
Giro, sapaan akrab Yohanes Redhoi Sigiro, mengatakan DA sempat mencoba memotong tubuh korban menggunakan pisau, namun tidak berhasil. Lalu DA mencari alat pemotong lainnya.
“Kemudian setelah dipastikan meninggal dunia, pelaku mencoba memotong-motong korban menggunakan pisau, tapi tidak berhasil, sehingga si pelaku keluar untuk mencari alat pemotong lain,” ujarnya.
AKBP Iman Imanuddin mengatakan pelaku memutilasi jasad korban menjadi 4 bagian. 1 Bagian beruba badan dari leher ke pangkal paaha dengan 2 tangan lengkap, 1 bagian kepala, dan 2 bagian kaki.
Bagian tubuh berikut lengannya ditemukan di Tenjo, Kabupaten Bogor, pada Rabu (15/3). Sedangkan bagian kepala dan kaki dibuang ke Sungi Cimanceuri, Tangerang dan belum ditemukan.
Tersangka juga membuang gerinda alat mutilasi ke Sungai Cimanceuri. Sementara pakaian korban dan seprai dibuang di Tol Cikupa. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







