Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengecam keputusan untuk tidak mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyampaikan pidato pada ajang Piala Oscar, dan menyebutnya sebagai kemunafikan dunia film.
Kuleba menyebut kemunafikan Oscar itu tampak ketika film ‘All Quiet on the Western Front’ yang membawa pesan anti perang dijadikan salah satu nominasi film berbahasa asing terbaik.
“Menurut saya jika ‘All Quiet on the Western Front’ mendapat Oscar sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik, sedangkan Presiden Zelensky yang berperang, memimpin negara, berperang dalam perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, tidak diizinkan untuk berbicara di upacara Oscar, Anda tidak akan menemukan contoh yang lebih baik dari kemunafikan para eksekutif dan produser top industri film,” kata Kuleba dalam pernyataannya dilansir Ukrinform.
“Saya hanya mengatakan kepada teman-teman, ketika Anda akan memberikan penghargaan untuk film tentang perang, dan Anda tidak menyadari bahwa ketika Anda minum sampanye dan mengenakan gaun dan berlian yang bagus, orang lain tidak ingin mendengar cerita perang yang sebenarnya terjadi di sini, pasti ada yang salah denganmu,” tambah Kuleba.
Sementara itu, Oscar bukanlah satu-satunya acara yang menolak permintaan Zelensky. Dia juga ditolak untuk berbicara di Festival Film Toronto pada September lalu. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







