Dia berambisi ingin menggapai segalanya.
“Seperti pada 2013 sampai 2020 kami meraih enam gelar,” ucapnya, dilansir dari Motosan.
Dia tak menampik bahwa kondisi fisiknya sangat berdampak kepada gaya balap dan tentunya langkah pengembangan RC213V ke depannya.
Setelahnya, dia cedera dan tidak bisa balapan selama dua musim.
“Tubuh saya memang ada di lintasan, tapi seringnya saya tak membalap seperti yang saya mau,” tuturnya melanjutkan.
Lebih lanjut, Marquez menerima sepenuhnya bahwa Honda sedang berada dalam situasi yang sulit.
Tidak hanya itu saja, RC213V masih menjadi motor yang sulit dikendarai bahkan sejak Marquez mendominasi kelas utama.
“Honda sedang kesulitan, tapi motor mereka memang selalu sulit dikendarai,” ucap Marquez menjelaskan.
Dia mengenang masa pada 2018 dan 2019 dimana sering menang.
Walau demikian, pembalap Honda lainnya tak ada di depan.
Terlepas dari kesulitan yang sedang dialaminya, pembalap asal Spanyol tersebut masih yakin timnya bisa bangkit musim ini.
“Saya percaya, tahun ini kami bisa membawa lebih banyak pembalap Honda di posisi depan. Kini ada Joan Mir dan Alex Rins, yang punya kontrak HRC dan akan tampil sangat baik,” imbuhnya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu
Baca Juga: Bejat! Guru SD Cabuli 8 Siswanya







