“Rencananya pada 13/14 Maret, minyak goreng bermerk “minyak kita” akan memproduksi 50.000 karton (600.000 liter) per bulan,” jelas Birhasani.
Meski demikian, nantinya distributor minyak goreng subsidi hanya melayani pembeli yang memiliki aplikasi SIMIRAH.
“Jadi outlet-outlet yang belum memiliki aplikasi SIMIRAH sementara pembelian minyak goreng murah nantinya juga akan dibatasi per area,” ucap Birhasani.
Birhasani menambahkan, untuk kondisi beras, memang akhir-akhir ini terbatas. Ia menyarankan bagi pelaku usaha dapat berupaya memenuhi keperluan masyarakat, dengan cara melakukan pasokan beras luar daerah, seperti dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Memang persoalan beras ini tidak hanya di Kalsel, tetapi secara Nasional,” singkat Birhasani. (Aqu/MC Kalsel)
Editor Restu







