Dia menjelaskan, dalam penyaluran PMT stunting di 13 kabupaten/ kota di Kalsel melibatkan peran penyuluh dan jajaran dilingkungan Kanwil Kemenag Kalsel agar tepat sasaran.
Secara umum, angka stunting di Kalsel mengalami penurunan sepuluh persen.
Berdasarkan data, Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, angka stunting nasional sebesar 27,67 persen. Sedangkan proporsi balita stunting di Kalsel sebanyak 31,75 persen. Kemudian, data SSGI tahun 2021 sebesar 24,4 persen. sedangkan balita stunting di Kalsel masih melebihi angka nasional, yaitu sebesar 30 persen.
Padahal melalui metode Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) tahun 2022 yang dilakukan secara langsung turun ke lapangan, angka stunting di kalsel sudah mencapai 10.5 persen, dengan survey data dari Januari hingga sekarang sudah mencapai 80 persen. (has)
Baca Juga : Doakan Kesembuhan Anak Pengurus GP Ansor, Kanwil Kemenag Kalsel dan Jajaran Panjatkan 15 Ribu Salawat
Editor : Hasby







