AKBP Argo Wiyono Kapolres Blitar mengatakan, ledakan tersebut berasal dari sebuah rumah yang jadi tempat penyimpanan bubuk petasan. Kampung tersebut, kata dia, memang dikenal sebagai tempat meracik petasan untuk disiapkan menyambut bulan Ramadan.
Dari peristiwa ledakan itu ada empat orang ditemukan meninggal. Dengan rincian, satu korban laki-laki berhasil teridentifikasi diduga pemilik rumah sumber ledakan, sementara tiga lainnya belum.
“Sampai sekarang petugas masih mendata kerusakan di lokasi. Ledakan diperkirakan tejadi Minggu jam setengah 11 malam. Dentuman terdengar 10 kilometer lebih. Sampai pagi ini ada 25 rumah yang rusak berat karena dampak ledakan,” ujar Argo pada Radio Suara Surabaya, Senin.
Kapolres Blitar menambahkan, banyaknya rumah yang rusak karena ledakan tersebut terjadi di daerah padat penduduk. Saat ini, warga yang rumahnya rusak di depan lokasi kejadian telah diungsikan.
“Saat ini tim Labfor Polda Jatim sedang menyelidiki kasus tersebut,” ucap Kapolres Blitar.
Video detik-detik ledakan itu terjadi, beredar di media sosial, di antaranya dibagikan akun @kabarnegri:
(berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







