WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Penyerapan produksi dalam negeri untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) tahun ini lebih diutamakan yaitu sebanyak 2,4 juta ton.
Penyerapan beras produksi dalam negeri akan dioptimalkan saat musim panen raya pada Maret mendatang.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya akan mengutamakan produk dalam negeri yang oleh prediksi, baik oleh BPS (Badan Pusat Statistik) dan Kementan (Kementerian Pertanian), bahwasanya mulai pertengahan Februari sudah mulai ada panen di beberapa wilayah.
“Tapi mulai mulainya panen itu yang dianggap panen raya, mulainya Maret,” ujar pria yang akrab disapa Buwas ini di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Kamis (3/2/2023).
Bulog menargetkan saat panen raya nanti bisa menyerap gabah untuk memenuhi 70 persen target CBP tahun ini.
Kemudian sisanya diharapkan dapat dipenuhi saat panen gadu.
Buwas menambahkan petani nantinya tidak lagi perlu menjual gabah kering giling (GKG) ke Bulog, tetapi cukup gabah kering panen (GKP).
GKG kemudian akan diolah di infrastruktur milik Bulog dari mulai pengeringan hingga menjadi beras.
Buwas berharap kita akan membuat beras sendiri dengan harga yang murah.
Jumlah stok yang dikuasai Bulog saat ini adalah sebanyak 594 ribu ton termasuk sisa beras impor yang sedang dalam perjalanan.







