“Semalam koreografi sudah selesai kami persiapkan akan tetapi siang ini kami dapat kabar kalau koreografi itu dihancurkan oleh Paspampres yang ingin mengamankan kedatangan Bapak Presiden @jokowi sore ini,” tulis La Grande dalam akun Instagram.
La Grande mengaku kecewa dengan tindakan Paspampres yang mencopot banner serta membuang kertas koreografi.
Kelompok suporter itu menduga aksi Paspampres masih ada kaitannya dengan koreografi yang mereka buat pada laga kontra Kamboja.
Pada laga tersebut La Grande membentangkan kain hitam dengan pesan “Mereka Bukan Meninggal tapi Dibunuh” yang merujuk kepada korban Tragedi Kanjuruhan.
“Apakah koreografi kami adalah musuh kalian? Atau kalian merasa terancam dengan koreografi kami? Atau selepas pertandingan melawan Kamboja kalian menaruh dendam kepada kami? Kalian bukan saja menghancurkan koreografi kami, tetapi kalian sudah menghancurkan semangat dan perjuangan kami untuk timnas Garuda,” tulis La Grande.
La Grande pun mengambil sikap untuk memboikot laga kontra Vietnam akibat insiden itu.
“Untuk itu kami mengutarakan sebuah sikap untuk tidak akan hadir di tribune utara atas nama La Grande Indonesia, jika kreativitas dan jerih payah kami tidak dihargai oleh Paspampres dan Presiden Joko Widodo untuk apa lagi kami hadir di tribune,” tulis La Grande. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







