Hasil Survei Nielsen 73 Persen Warga di 11 Kota Sudah Gunakan TV Digital

Di Surakarta, pemirsa TV digital juga melonjak signifikan, dari sebelumnya 62 persen pada 1 Desember 2022 menjadi 87 persen pada 1 Januari 2023.

Di Greater Surabaya, walaupun jumlah penetrasi DTT/Digital naik signifikan tapi secara total masih cukup rendah, yakni dari 36 persen pada 1 Desember 2022 menjadi 53 persen pada 1 Januari 2023.

Sementara, jumlah pemirsa atau populasi TV digital terbanyak berasal dari Greater Jakarta yakni 28,9 juta, disusul Greater Surabaya 5,1 juta, Greater Jogjakarta 2,0 juta, Bandung 1,9 juta, Semarang 1,4 juta, dan Surakarta 418 ribu.

Sedangkan penetrasi DTT/Digital di lima kota belum terdampak ASO belum terlihat kenaikan signifikan, yakni Greater Denpasar yang tetap menunjukkan angka 53 persen, Medan 30 persen, Makassar 55 persen, Palembang 43 persen dan Banjarmasin 44 persen.

Nielsen juga mengungkapkan komposisi pemirsa TV digitak berdasarkan kelas sosial ekonomi (socio economic class) di 11 kota, yang menunjukkan peningkatan pada kelas menengah dan bawah.

Untuk kelas menengah, angka pemirsa TV digital naik dari 53 persen pada 21 Desember 2022 menjadi 56 persen pada 1 Januari 2023.

Pemirsa TV digital dari kalangan bawah tercatat naik dari enam persen pada 21 Desember 2022 menjadi delapan persen pada 1 Januari 2023.

Sedangkan pemirsa TV digital dari ekonomi atas justeru tercatat turun dari 41 persen pada 21 Desember 2022 menjadi 36 persen pada 1 Januari 2023, dengan total pemirsa TV digital naik dari 39,1 juta pada 21 Desember 2022 menjadi 46,7 juta pada 1 Januari 2023.

“Dengan adanya peningkatan yang signifikan pada penetrasi digital di enam kota yang sudah terdampak ASO, maka komposisi pemirsa TV berdasarkan kelas Socio Economic Class (kelas sosial ekonomi) mulai seimbang mendekati kurva ‘normal’ dimana pertumbuhan DTT/Digital berasal dari kelas middle (menengah),” dalam survey Nielsen.(aqu)

Editor Restu