“Ada peningkatan angkutan logistiknya sekitar 25 sampai 30 persen dua bulan terakhir,” katanya, pekan lalu.
Material dari Surabaya yang diangkut menuju IKN kebanyakan adalah pipa dan besi.
Sebagian besar diangkut menggunakan truk dari Surabaya ke Balikpapan, kemudian melalui jalur darat menuju Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Menurut Saleh, sejauh ini armada yang disiapkan masih terbilang cukup untuk mengakomodir angkutan logistik IKN.
Baca juga: Sri Mulyani Ajak Jajaran Kemenkeu Nonbar Final Piala Dunia 2022 Argentina vs Prancis
Nantinya bila pembangunan semakin intens, pihaknya akan menyiapkan beberapa opsi salah satunya mengganti armadanya dengan kapasitas yang lebih besar.
“Sekarang tingkat keterisiannya masih 75 persen. Nanti kalau sudah mendekati 90 persen tentu kita akan memetakan kembali apakah kapasitas kapalnya yang kita perbesar, atau jumlah armadanya yang kita tambah,” papar Saleh.
Dia melanjutkan, “Karena kita masih punya cadangan armada kapal yang punya kapasitas besar dibandingkan Dharma Ferry 5 yang beroperasi sekarang ini. Kita konsentrasinya dari Surabaya itu dua armada.” (edj)
Editor: Erna Djedi







