Bawaslu sendiri menjelaskan bahwa sosialisasi saat ini sosialisasi sedang berjalan melalui program bernama Pengawasan Partisipatif supaya masyarakat diharapkan bisa sama-sama terlibat untuk mengawal Pemilu tahun 2024.
“Intinya kami berharap semua bisa berkomitmen dengan aturan, baik itu dari penyelenggara, peserta, kemudian calon legislatif, parpol, calon-calon presiden maupun semua tim untuk menjaga kondisi supaya tetap stabil dan kondusif,” jelasnya.
Sosialisasi yang dilakukan oleh Bawaslu menyasar pada kawan-kawan mahasiswa, tokoh-tokoh pemuda untuk dilibatkan supaya kedepannya Pemilu 2024 akan aman dan damai sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan.
“Kita masih berharap ditahun 2023 ini akan lebih massif baik KPU maupun Bawaslu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.”
Menilik dari Pemilu sebelumnya, ada hal yang menjadi catatan penting dari Bawaslu yaitu politik uang yang masih senter terdengar, sehingga Bawaslu meminta komitmen dari semua pihak untuk sama-sama mengawal agar hal seperti ini bisa di tahan.
“Terkait dengan ini keterlibatan masyarakat sama-sama kita kawal jangan sampai masyarakat meminta, karena kan kita bisa melihatnya kadang ada permintaan kemudian ada datang orang itu. Sehingga jika Masyakarat tidak meminta, peserta juga berkomitmen untuk tidak memberi,” sambungnya.
Ketua Bawaslu mengungkapkan meskipun politik uang tidak bisa dihilangkan setidaknya masih bisa ditekan dengan masyarakat yang bisa diajak berkomitmen untuk tidak menerima dan melaporkan pada Bawaslu apabila melihat adanya kecurangan.







