WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Jalan Pramuka dengan Sei Gampa masih dalam tahap pembebasan lahan yang membutuhkan proses yang agak panjang.
Hal ini dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Jembatan dan Jalan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Dedy Hamdani.
“Pembebasan lahan ini di sisi Jalan Pramuka itu ada beberapa yang kita bebaskan, karena memang prosesnya yang lama,” ujar Dedy kepada Wartabanjar.com ditemui di kantornya, Senin (12/12/2022).
Sulitnya pemprosesan pembebasan lahan, pihaknya juga tak bisa memastikan akan terealisasikan pada tahun 2023 mendatang.
“Dari sisi sungai gampanya saja itu yang paling luas ada jalannya, ada jembatannya, sampai ke sungai gampanya. Masih banyak lahan lagi yang harus kita bebaskan,” ungkapnya.
Baca juga: Heboh Wanita Tanpa Busana Berkeliaran di Jalan Pramuka Banjarmasin
Tak hanya itu, untuk pembangunan itu sendiri memerlukan dana pembangunan hingga sekitar Rp 200 miliar, Dedy mengakui, ada sekitar 120 meter lebih untuk panjangnya, dan ada sekitar empat sampai lima meter pada lebar jalannya.
“Yang nyata dulu untuk dananya sendiri itu ada sekitar Rp 200 miliar, dan kita masih mengupayakan ke APBD kalau bisa, tapi nanti kita mengusulkan juga ke APBN,” ucap Kabid Jembatan dan Jalan Dinas PUPR Kota Banjarmasin.
“Mudah-mudahan ada tanggapan juga dari pihak APBN,” sambungnya.
Pembangunan jembatan tersebut diketahui untuk menghubungkan ke jalan provinsi.
“Tapi untuk tahun depan itu baru akan dibangun yang di jalan Tembus Mantuil, kalau yang di Sungai Gampa itu masih belum,” pungkasnya. (est)

