WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Posisi PS Barito Putera makin terpuruk di zona degradasi pasca kalah dari
dari Persebaya Surabaya.
Dalam laga yang dihelat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Barito Putera ditekuk Persebaya dengan skor 3-2.
Laskar Antasari berada di urutan tiga terbawah klasemen BRI Liga 1 2022/2023 bersama RANS FC dan Persik Kediri.
Posisi Barito Putera yang berada di ujung tanduk ini, mendapat perhatian eks pemain dan pelatih Barito Putera, Frans Sinatra Huwae.
Menurutnya, manajemen sudah mengupayakan yang terbaik.
“Semua bergantung pada kerja keras para pemain di lapangan. Sekarang kita kembalikan ke pemain. Pemain ini maunya gimana, mau lebih bagus apa lebih terpuruk. Kita lihat pertandingan ke pertandingan, grafiknya selalu monoton. Baik itu main di home atau away,” paparnya.
Pria yang identik dengan nomor punggung 14 saat jadi pemain itu menambahkan, perlu ada sebuah gebrakan yang bisa mengangkat psikologi pemain.
Salah satunya dengan mendatangkan pemain yang bisa menambah kekurangan tim.
“Harus ada perombakan. Barito perlu mendatangkan gelandang bertipe penyerang yang punya kreativitas diatas rata-rata,” tandasnya.













