Terungkap Motif Pembunuhan di Warung Malam Tapin, Restu Tewas dengan Usus Terburai

WARTABANJAR.COM, RANTAU – Dalam hitungan kurang dari 24 jam jajaran Kepolisian Resort (Polres) Tapin mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di sebuah warung malam di Kecamatan Tapin Selatan.

Tim Reaksi Cepat Satreskrim Polres Tapin bersama Polsek Tapin Selatan berhasil menangkap dua pelaku, M jarkasi dan Jamal.

Kedua tersangka dihadirkan dalam ekspose dipimpin Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser, Kamis (24/11/2022).

“Kejadiannya Rabu 23 November 2022 dini hari. Berdasarkan keterangan para pelaku, motifnya karena rebutan wanita di warung malam Kecamatan Tapin Selatan,” ujar Kapolres didampingi Wakapolres, Kompol Winda Adhiningrum, Kabag Ops Kompol Faisal Amri Nasution dan Kasat Reskrim AKP Haris Wicaksono.

Baca juga: SADIS! Murzani Alami 19 Tusukan Hingga Tewas, Berikut Kronologinya

Diungkapkan pula, diduga salah seorang pelaku dan korban menaruh hati pada perempuan di warung malam lalu timbul rasa cemburu.

Korban, M Restu (25), cekcok dengan salah satu tersangka tersangka, Jarkasi.

Percecokan keduanya berujung pada saling baku hantam.

Melihat itu, Jamal, yang merupakan rekan Jarkasi, pulang ke rumah mengambil senjata tajam jenis belati.

Jamal kemudian kembali ke warung malam itu dengan membawa belati.

Saat tiba di warung malam, Jamal masih melihat Jarkasi dipukuli korban. Ia pun mendekat dan langsung menusukkan belati ke perut M Restu.

Rupanya belati yang ditusuk Jamal menyebabkan luka robek yang cukp dalam dan besar, sehingga sebagian usus M Restu terburai.

Namun demikian, ia tetap melakukan perlawanan dan mengejar dua seterunya hingga berhasil menarik kerah baju Jarkasi.

Melihat itu, Jamal kembali menusukkan belati ke punggung M Restu, hingga korban ambruk.

“Setelah usai melakukan tindakan tersebut, kedua tersangka kembali ke rumah tanpa tahu situasi korban yang ternyata meninggal dunia,” ujar Kapolres.

Baca Juga :   Sudah Ratusan Tim Mendaftar Lomba Ketangkasan BPK Se Kalsel di Amuntai

Kasatreskrim AKP Haris Wicaksono menambahkan, pihaknya yang mendapat informasi adanya keributan, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Kami berkoordinasi dengan aparat desa untuk mengamankan kedua tersangka. Kedua tersangka bersikap kooperatif saat diamankan tanpa ada perlawanan,” ujarnya.

Dikatakannya, warung malam yang menjadi TKP pembunuhan sudah diberi haris polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Di TKP ditemukan botol kosong miras. Tapi kata pemilik warung, miras tersebut dibawa oleh pengunjung,” ujarnya. (edj/hms)

Editor: Erna Djedi

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU HARI INI