WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pihak Rusia sudah mengonfirmasi ketidakhadiran Presiden Vladimir Putin dalam kegiatan KTT G20 di Bali pada 15-16 November ini/
Alasan yang mengemuka, sebagaimana disebutkan media Rusia bahwa adanya risiko pembunuhan terhadap Presiden Vladimir Putin meningkat jika hadir secara langsung di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali.
General SVR melaporkan masalah utama bagi Putin untuk berpartisipasi dalam forum itu adalah soal keamanan.
“Risiko [Putin] menjadi target pembunuhan meningkat secara signifikan. Namun, walaupun kabar ini tidak menghentikan Presiden Rusia dan tak berpengaruh terhadap keputusan soal partisipasi dalam KTT, ada alasan lain yang lebih nyata,” demikian menurut General SVR, Kamis (10/11).
Selain faktor risiko keamanan, ternyata terungkap alasan lain yang menyebabkan Putin tak mau hadir di KTT G20 Bali.
General SVR mengungkap bahwa beberapa pekan lalu, Putin disebut menerima laporan yang berisi keinginan sejumlah pemimpin negara, yang berpartisipasi di acara G20, menampar wajah orang nomor satu di Rusia itu dalam pertemuan pribadi.
Menurut General SVR, sikap itu menunjukkan pemimpin itu seorang penjahat perang dan bajingan.
Dia, katanya, menyampaikan rencana itu ke sekutu dekat dan siap langsung menemui Putin.
Menurut beberapa sumber, informasi yang diberikan kepada Putin jelas sesuai dengan kenyataan, niat, dan rencana dia.







