Parahnya pula, persis seperti musim lalu, ini adalah kegagalan kedua Barcelona lolos dari penyisihan grup Liga Champions di bawah kepemimpinan Xavi Hernandez.
Jika ditelisik lebih dalam lagi, kepergian Lionel Messi ke Paris Saint-Germain satu tahun lalu, bisa jadi ada keterkaitannya.
Lionel Messi tidak pernah bermain di Liga Europa atau dahulu yang disebut Piala UEFA, sejak 17 tahun berseragam Barcelona.
Barcelona sempat tidak bermain di Liga Champions pada musim 2003-2004 dan musim itu Lionel Messi belum masuk tim.
Kemudian musim 2004-2005, Messi mulai diintroduksikan ke tim pada era Frank Rijkaard.
Sejak saat itu, pria berjulukan La Pulga ini selalu menemani perjalanan El Barca dalam mengarungi Liga Champions baik itu menjadi juara atau hanya menjadi penggembira di babak 16 besar, perempat final, dan semifinal.
Messi tercatat sukses membawa Barcelona empat kali mengangkat piala Si Kuping Besar pada edisi 2005-2006, 2008-2009, 2010-2011, dan 2014-2015.
Perlu diketahui ketika Barcelona juara untuk Liga Champions edisi 2008-2009 dan 2010-2011, itu adalah masa emas Barcelona di bawah kepelatihan Pep Guardiola.
Lalu berlanjut pada musim 2014-2015 dengan Luis Enrique yang menjadi nakhoda dalam menjadi juara Liga Champions.
Setelah era-era itu, Barcelona mulai menunjukkan penurunan perfoma baik dari segi prestasi dan teknis.
Kepergian Lionel Messi pun mulai terasa karena Barcelona mulai akrab dengan kompetisi kelas dua Benua Biru tersebut.
Itu dibuktikan dengan dua musim beruntun Barcelona bermain di Liga Europa.
Lionel Messi sendiri pergi meninggalkan Barcelona pada musim panas 2021 lebih tepatnya menjelang musim 2021-2022 bergulir.
Peruntungannya bersama Paris Saint-Germain juga terbilang baik dalam dua musim terakhirnya di Liga Champions.
Messi berhasil membawa PSG lolos ke fase knock-out Liga Champions musim ini dengan statistik menawan. Berbanding terbalik dengan Barcelona yang menelan tiga kekalahan, PSG mampu menggengam tiket babak 16 besar dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang dari lima partai. Peran Messi tergolong krusial berkat torehan empat gol dan tiga assist dari empat laga bersama PSG di fase grup Liga Champions. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







