WARTABANJAR.COM – Bagi umat Islam, wudhu merupakan bagian penting dalam kesempurnaan shalat.
Karena itu, para ulama sering menyampaikan tentang pentingnya kesempurnaan wudhu ini agar shalat pun menjadi sempurna.
Di balik itu, ternyata ada manfaat wudhu yang tak kalah penting.
Wudhu mengandung aktivitas hidroterapi atau terapi kesehatan dengan air Wajah, tangan, dan kaki merupakan anggota badan yang wajib dibasuh dengan air ketika berwudhu.
Kedua tangan dibasuh hingga kedua siku, sedangkan kaki hingga kedua mata kaki.
Basuhan air wudhu pada anggota tangan dan kaki pasti mengenai kulit dan kuku.
Selain membersihkan wajah, ternyata air wudhu yang membasuh kulit dan kuku memiliki efek positif dan memiliki potensi untuk terapi.
Terapi dengan air untuk kesehatan dapat disebut dengan hidroterapi. Air yang digunakan untuk hidroterapi bisa bermacam-macam.
Namun, air murni adalah air yang terbaik untuk hidroterapi dan air wudhu termasuk ke dalamnya.
Aktivitas berwudhu harus menggunakan air suci dan menyucikan.
Selain menghilangkan hadats dan najis, wudhu juga dapat dikaitkan sebagai aktivitas yang berefek positif terhadap kesehatan.
Aktivitas penting di dalam wudhu yang sekaligus menjadi fardhu wudhu adalah membasuh wajah, kedua tangan sampai dengan siku, dan membasuh kedua kaki hingga mata kaki (Syekh Sumair, Matan Safinatun Naja, 2003 M, PT Karya Toha Putra, Semarang, halaman 20).
Membasuh memiliki arti mengalirkan air sambil memberikan tekanan dan gosokan berulang yang memungkinkan air tersebar merata dan terserap sebagian di permukaan yang dibasuh serta ada tetesannya.
Apabila permukaan kulit atau kaki yang wajib dibasuh itu tertutup oleh benda lain yang menghalangi sampainya air ke kulit, wudhu menjadi tidak sah.
antara air, proses membasuh, dan permukaan yang dibasuh ketika wudhu menghasilkan fenomena yang unik.
Secara alamiah, permukaan kulit yang terkena basuhan air wudhu akan menimbulkan muatan listrik statis yang akan menyeimbangkan kondisi tubuh dan menetralkan muatan-muatan sebelumnya yang mengenai tubuh dan berefek kurang baik.
Sebelum berwudhu, kulit selalu kontak dengan udara di sekitar tubuh yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.
Keringat, debu, radiasi dan polusi di udara sekitar menambah banyak muatan listrik yang mengenai kulit dan efeknya merugikan tubuh.
Muatan listrik di udara yang merugikan ini dikenal dengan kation.
Lawan dari kation adalah anion yang merupakan muatan listrik berefek baik bagi tubuh.
Secara ilmiah, kandungan elektron pada anion lebih banyak daripada kation.
Ketika proses wudhu dilakukan dengan sempurna, termasuk dengan membasuh kulit anggota wudhu, maka partikel air wudhu yang terkena cahaya dari lingkungan akan memunculkan muatan listrik yang dikenal dengan anion.
Anion inilah yang dapat mengendurkan sistem syaraf, merelaksasi otot, mengurangi rasa sakit, ketegangan, dan kegelisahan.
Karena kulit manusia memiliki suhu yang lebih hangat, maka anion dari basuhan air di kulit akan tersebar ke udara bersama dengan keringnya bekas air wudhu yang menguap.
Apabila anion ini terhirup oleh orang yang berwudhu maupun orang-orang di sekitarnya, maka akan memunculkan kesegaran dan kebugaran.
Oleh karena itu, biasanya orang yang berwudhu mendapatkan sensasi kesegaran fisik dan psikis.













