Jenis-jenis Senjata Digunakan Aparat Saat Tragedi Kanjuruhan, Hasil Investigasi TGIPF
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Sejumlah jenis senjata termasuk gas air mata ditemukan hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Malang.
TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD telah menyerahkan laporan akhir mereka ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (14/10) siang.
Dalam Tragedi Kanjuruhan itu setidaknya ada 132 orang yang mayoritas suporter Arema FC atau Aremania tewas karena berdesak-desakan ingin keluar setelah penembakan gas air mata oleh polisi.
Mahfud mengatakan TGIPF menyimpulkan gas air mata memanglah sebagai pemicu utama kepanikan berujung tragedi itu.
"Yang mati dan cacat serta sekarang kritis dipastikan setelah terjadi desak-desakan setelah gas air mata yang disemprotkan," kata Mahfud dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat siang.
"Adapun peringkat keterbahayaan racun dari gas itu sedang diperiksa oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)," tambahnya.
Meskipun demikian, dia menegaskan apapun hasil temuan BRIN itu tak akan mengurangi kesimpulan tim yang terdiri dari tokoh-tokoh lintas sektor itu.
"Tetapi apapun hasil pemeriksaan dari BRIN itu tidak bisa mengurangi kesimpulan bahwa kematian massal itu terutama karena gas air mata," kata Mahfud.
Dalam laporan lengkap TGIPF yang didapat, Senin (17/10), disebutkan daftar senjata atau perlengkapan yang digunakan aparat gabungan dalam pengamanan laga Arema FC versus Persebaya kala itu.
Daftar senjata gas air mata itu diperoleh tim dari keterangan Satuan Brigade Mobil Polda Jatim. TGIPF juga mendapat pengakuan dari kepolisian mengenai penembakan gas air mata.
"Semua gas gun ditembakkan oleh Brimob dan Sabhara (dalmas) pada saat pertandingan Arema vs Persebaya, namun yang ditemukan paling banyak ditembakkan adalah gas gun tipe Anti Riot Infinity Caliber 37/38 mm," dikutip dari dokumen hasil temuan TGIPF Tragedi Stadion Kanjuruhan.
Dokumen itu mencatat enam senjata gas air mata yang disiapkan kepolisian untuk pengamanan pertandingan lanjutan Liga 1 tersebut.
Pertama, Flash Ball Verney Carbon Super Pro Kaliber 44 mm dengan amunisi gas air mata MU53-AR A1.