Menurutnya, tidak pantas pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi ketika patokan harga pokok produksi (HPP) terus turun.
“Logika kenaikan harga BBM bersubsidi karena melambungnya harga minyak dunia, makin tidak mendapat pembenaran,” ujarnya.
Mulyanto menyebutkan, sejak Juni 2022 sampai hari ini, data harga minyak dunia terus merosot mendekati angka USD 80 per barel.
Dia merujuk pada sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Malaysia yang kabarnya menurunkan harga BBM mereka.
“Jadi aneh kalau BBM bersubsidi kita malah naik, di tengah penurunan harga-harga BBM. Logikanya kurang masuk,” kata Mulyanto. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal
Baca Juga:
Jambret di Tanjung Rema Terekam CCTV Rumah Warga, Korban Kehilangan 50 Gram Emas







