Uskup Petrus : Pemuda Katolik Tidak Terpengaruh Hoax

Selain itu, Ungkap Stefanus, dalam rangka memperkuat hubungan pemuda Katolik dengan dunia yang ada diluar gereja, pihaknya juga bekerja sama dengan BKKBN untuk pengentasan stunting dan sosialisasi terhadap remaja tentang bagaimana kehidupan yang sehat.

Tidak hanya itu, pemuda katolik juga turut menggandeng Kominfo dalam transformasi digital.

“Menopang misi besar pemerintah, karena transformasi digital tidak melulu tentang infrastruktur tapi juga ekosistem, bagaimana cara bersosmed yang baik,” kata Stefanus.

Dalam hal tersebut, ucap Stefanus, pihaknya melakukannya tidak sendirian, tetapi berkolaborasi dengan teman-teman Ormas yang lain seperti GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Damki, Perada, Gema Budi dan lainnya dalam menjaga keutuhan NKRI.

Berbagai organisasi kepemudaan lintas agama ini memiliki tantangan yang sama dalam konteks implementasi pancasila serta gerakan moderasi agama, juga paham radikal yang mengganggu eksistensi Pancasila.

Di samping itu, para pemuda katolik tidak hanya berbicara di gereja saja, namun juga terlibat tugas sosial politik ke masyarakat.

Terlebih lagi, dalam setahun ke depan tentu saja euforia pemilu 2024 akan menambah dinamika organisasi pemuda katolik.

“Jelang Pemilu 2024 mendatang, kami juga sudah menyiapkan posisi kader di sosial politik kemasyarakatan. Yang terbagi dalam 6 klaster, ASN, UMKM, Jurnalis, Pengacara, Akademisi, dan Politisi,” urai Stefanus.

Inilah yang nanti akan diportrait oleh pemuda katolik dengan harapan mampu melakukan pengelolaan organisasi yang baru.

“Sehinga kita juga dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara kita ini,” pungkasnya. (Qyu)

Baca Juga

Sedang Berlangsung, Link Nonton Live Streaming Konser Nada dan Dakwah Rhoma Irama di Danau Panggang HSU

Editor : Hasby