Mobil Pemadam Seharga Rp 1,8 Miliar Milik DPKP Banjarmasin Mampu Tampung 4000 Liter Air
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, saat ini memilik armada baru Mobil Pemadam dengan kapasitas 4000 Liter.
Mobil sudah terpakir di garasi Pemko Banjarmasin itu, diboyong dengan harga yang terbilang cukup tinggi, Rp 1,8 Miliar.
Kepala DPKP Pemko Banjarmasin, Budi Setiyawan mengatakan armada tersebut merupakan hasil pengadaan dari dana APBD Pemko Banjarmasin tahun 2022, yang senilai 1,8 Miliar.
"Mobil ini tidak bisa dibandingkan dengan mobil biasa pada umumnya, karena dari segi spesifikasinya saja sudah berbeda, bahkan kekuatannya juga harus lebih kuat, karena harus membawa air sebanyak 4 ribu liter," ujar Budi, kepada wartabanjar.com, Rabu (24/8/2022) siang.
"Selain itu, mobil ini juga dilengkapi dengan barang-barang lainnya, seperti tangga, pompa, dan juga peralatan keperluan pemadaman dan penyelamatan lainnya. Sehingga bisa menjadi standar mobil pemadam pada umumnya," tambahnya.
Untuk saat ini, mobil jenis Matra dengan kapasitas silinder 4000 cc itu, masih belum bisa dioperasikan, karena menunggu surat-suratnya resmi dari Samsat.
Budi juga membeberkan, tingginya harga pembelian mobil pemadam tersebut, dikarenakan dalam mobil pemadam itu sudah lengkap peralatan-peralatan yang diperlukan DPKP dalam beroperasi.
"Kalau harganya itu sudah dipatok dari LKPP, jadi kita belinya harganya sudah segitu, dan itu sudah jadi sebuah mobil pemadam lengkap dengan peralatan lainnya," beber Kadis DPKP.
"Bahkan info yang kita dapat, tahun depan harga armada yang sama seperti itu akan naik lagi, menjadi sekitar 2,1 Miliar," tambahnya.
Dengan adanya penambahan armada baru itu, saat ini Dinas DPKP Kota Banjarmasin sudah memiliki 2 buah pompa portable, dan 2 buah mobil pemadam, termasuk yang baru itu.
Semengara mobil pemadam yang terdahulu itu, tidak beroperasi dengan normal, karena sering rusak. Disebut, karena faktor usianya yang terbilang sudah tua.
"Karena mobil itu hibah dari tahun 70 an, jadi sudah sering rusak, dan tidak begitu bisa digunakan lagi," ucap Budi.
Untuk rencana kedepannya, Budi juga mengungkapkan, DPKP tahun depan juga akan menambah 5 buah armada lagi.