Di distrik Dongjak, curah hujan bahkan sempat mencapai 141,5 mm.
Imbas bencana ini, sembilan orang meninggal dunia, termasuk perempuan dengan disabilitas mental, sementara tujuh warga lainnya masih hilang.
Terpisah, Yoon menginstruksikan para pejabat untuk memikirkan cara yang lebih efektif untuk menangani cuaca “abnormal” di Korsel belakangan ini.
Menurut Yoon, pemerintah tak bisa lagi menyebut fenomena cuaca kali ini sebagai abnormal.
“Ini menunjukkan kita tak bisa merespons kasus yang sudah berlalu. Kita harus merespons dengan skenario yang lebih buruk dari perkiraan,” tuturnya.
Banjir di Seoul kian parah karena Korea Utara diduga membuka bendungan untuk mengalirkan air ke Korsel di tengah hujan lebat.
Tindakan tersebut berisiko memicu banjir dan menelan korban jiwa bagi penduduk yang tinggal di sekitar bendungan. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal






