Keluarga Brigadir J Menduga Leher Dijerat dan Kuku Dicabut

“Kemudian sampai jarinya patah semua ini sehingga tidak lagi kenapa tidak copot hanya karena kulitnya aja dia sudah remuk hancur,” sambungnya.

Dengan berbagai temuan luka tersebut, ia meyakini bahwa kematian Brigadir J bukan diakibatkan akibat baku tembak seperti yang dijelaskan oleh Polri sebelumnya.

Menurutnya, bekas luka tersebut tidak mungkin dilakukan oleh seorang pelaku utama saja.

“Oleh karena itu saya sangat yakin betul bahwa ini adalah ulah psikopat, atau penyiksaan. Oleh karena itu kita menolak cara-cara seperti ini di negara Pancasila,” tuturnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bukti petunjuk CCTV telah ditemukan dan diharapkan dapat membuat terang kasus yang disebut terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo ini.

“Kita sudah menemukan CCTV yang bisa mengungkap secara jelas tentang konstruksi kasus ini,” kata Irjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022). (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi