Diduga Dana ACT Digunakan Bentuk Perusahaan Baru untuk Money Laundering

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri telah memeriksa 12 orang saksi dengan pemeriksaan 4 saksi pada Kamis, (14/7/2022).

Keempat saksi yang diperiksa yakni pendiri ACT Ahyudin, Pengurus ACT atau Senior Vice President Global Islamic Filantropi Hariyana dan sekretaris ACT periode 2009-2019 atau Ketua Dewan Pembina ACT Novariadi Imam Akbar, serta Manager PT Lion Mentari Ganjar Rahayu.

Penyidik dari Dittipideksus Bareskrim Polri menyebutkan temuan baru dugaan adanya penggunaan perusahaan-perusahaan baru sebagai “cangkang” dari yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), yakni untuk money laundering. Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., mengatakan, dugaan penggunaan perusahaan sebagai cangkang dari ACT sedang didalami oleh pihaknya.

Baca juga:

Malming, Satpol PP Banjarbaru Sisir Fasum dan RTH Temukan Remaja Putri Tenggak Miras

Personel Sat Samapta Polresta Banjarmasin Datangi Penjualan Kambing di RK Ilir, Lakukan Ini

“Adanya dugaan menggunakan perusahaan-perusahaan baru sebagai cangkang dari perusahaan ACT, ini didalami,” jelas Dirtipideksus Bareskrim Polri, akhir Jumat (15/7/2022)