“Kami sedang menunggu instruksi. Kami masih tidak tahu dimana dia, tapi kami tahu dia bersama angkatan laut Sri Lanka dan aman,” ujar seorang pegawai negeri tinggi kepada AFP.
Diketahui, Sri Lanka telah menderita selama berbulan-bulan mengalami kekurangan makanan dan bahan bakar, pemadaman listrik yang lama, dan inflasi yang tinggi hampir mencapai 60% setelah itu kehabisan mata uang asing untuk mengimpor barang-barang pokok.
.
Negara itu hampir kehabisan persediaan bensin yang sudah langka, tetapi pengunjuk rasa yang didukung oleh partai-partai oposisi utama menyewa bus pribadi untuk melakukan perjalanan ke ibu kota.
Demonstran telah berkemah di luar kantor tepi laut Rajapaksa untuk menuntut pengunduran dirinya karena salah urus pemerintah terhadap krisis.
.
Selain itu Sri Lanka juga gagal membayar utang luar negerinya sebesar 51 miliar dolar AS dan telah melakukan pembicaraan bailout atau dana talangan dengan Dana Moneter Internasional. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







