Singgung Kenaikan Harga BBM, Jokowi: BBM Naik Setuju atau Tidak?

Jokowi mengatakan bila Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah tak kuat lagi memberikan subsidi untuk BBM, pemerintah kemungkinan menaikkan harga.

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menanyakan kepada hadirin, apakah setuju bila harga BBM dinaikkan?

“Kalau sudah tidak kuat, mau gimana lagi, iya kan? Kalau BBM naik ada yang setuju? Pasti semua akan ngomong ‘tidak setuju’,” katanya.

Jokowi mengingatkan kepada masyarakat, setengah dari kebutuhan BBM Indonesia berasal dari impor.

Menurutnya, ada 1,5 juta barel BBM yang diimpor.

“Artinya apa? Kalau harga di luar naik, kita juga harus membayar lebih banyak, supaya kita semua ngerti masalah ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyinggung soal kenaikan harga gas yang secara global kini sudah naik lima kali lipat.

“Sekarang pindah yang ada urusannya dengan harga, yaitu pangan. Pangan juga sama, naik seluruh dunia naik, ada yang naiknya sudah 30 persen, ada yang naiknya sudah 50 persen,” katanya.

Meski demikian, Jokowi bersyukur petani di Indonesia masih memproduksi kebutuhan pokok seperti beras.

“Alhamdulillah rakyat kita utamanya petani masih berproduksi beras dan sampai saat ini harganya belum naik. Moga-moga tidak naik, karena stoknya selalu ada, dan sudah tiga tahun kita tidak impor beras lagi,” ucapnya. (berbagai sumber)

Editor: Yayu Fathilal