Simak! Cara Menunjukan QR Code untuk Beli BBM di SPBU Tanpa Handphone

Untuk itu, sosialisasi tersebut dinilai penting, agar masyarakat juga memahami bagaimana aspek keamanan saat menggunakan aplikasi MyPertamina di SPBU.

“Kalau kita ke pom bensin saat ini, kalau mau telpon, itu langsung dihentikan, ‘Pak maaf matikan handphone-nya, matikan mesinnya’. Nah ini masyarakat bingung, dengan kita menggunakan MyPertamina otomatis kita kan memakai program di handphone, apa yakin dengan kelayakan ini, observasinya sudah pasti aman? Bila handphone nanti dalam kondisi mengisi, sistem barcode atau gimana, ini kan masyarakat belum tau sistemnya gimana,” tegasnya.

Baca juga:

Begal Tusuk Pengendara di Jembatan Kuin Utara Banjarmasin, Korban Dilarikan ke…

Ikut Trading Rugi Hampir Rp 4 M, Alfiah Laporkan Rekan Bisnis…

Meski demikian, politisi PKB ini mengapresiasi langkah digitalisasi yang telah dilakukan Pertamina. Namun, ia menekankan untuk tetap mempersiapkan baik sistem, infrastruktur, sinergi dengan berbagai pihak. Sehingga ketika kebijakan tersebut diterapkan, masyarakat menjadi lebih paham.

“Karena tidak mudah, kami aja bingung, yang dimaksud nanti pembatasan dari Pertamina ini apa? Dari mobil apa yang tidak boleh, dengan cc yang bagaimana nantinya, nah itu harus perlu dengan sosialisasi,” imbuhnya.

Senada, Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus juga menekankan pentingnya sosialisasi penggunaan aplikasi MyPertamina.

Sebab menurutnya, saat ini esensi dari penggunaan aplikasi MyPertamina yang sebenarnya ingin memeratakan keadilan subsidi BBM, justru malah lebih fokus kepada teknis penggunaan aplikasinya.