Presiden Jokowi Batalkan Kenaikan Tarif Masuk Candi Borobudur

Rencana penetapan kuota dan juga penggunaan alas kaki khusus kepada pengunjung yang akan naik ke Candi Borobudur ditujukan untuk menjaga kelestarian bangunan bersejarah tersebut.

Hal ini berkaca dari yang dilakukan oleh Mesir dan Peru. Pasalnya Mesir sudah melarang wisatawan untuk naik ke Piramida. Begitulah Peru terhadap situs peninggalan peradaban Inca, Machu Picchu.

Rencananya pengunjung yang dapat naik ke candi dibatasi per hari 1.200 orang, dan telah melakukan pendaftaran secara online untuk naik ke candi. Hal tersebut untuk menjaga kelestarian dari Candi Borobudur.

“Kalau tiketnya mungkin on the spot-kan mungkin, tapi daftarnya untuk bisa naik ke atas itu kuotanya itu lho (lewat online). Nanti akan diatur oleh Parekraf atau BUMN-nya,” ujarnya.

Namun, kapan pastinya arahan Presiden tersebut akan disampaikan, Basuki menyebut hal ini menjadi kewenangan dari Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi untuk menyampaikan secara resmi ke publik.

“Arahannya Pak Presiden,tapi ini tidak tahu saya berwenang atau tidak karena itu kan Pak Luhut. Tapi intinya tarif tetap, siswa pelajar tetep Rp 5.000 tapi kuota untuk naik ke candi itu dibatasi, mungkin 1.200. Jadi harus daftar online,” ungkapnya. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi