“Seharusnya tidak malu untuk melaporkan, karena sesungguhnya kalau ini dilaporkan akan ada keseimbangan, yang menjadi korban sesungguhnya tidak hanya perempuan dan anak, tapi juga bisa kaum laki-laki menjadi korban kekerasan,” terang Jenderal Bintang Tiga.
Lulusan Akabri tahun 1989 memahami bahwa korban kekerasan seksual yang tepublikasi berasal dari kaum perempuan dan anak-anak. Namun Kabareskrim Polri kembali menekankan bahwa setiap gender dapat menjadi korban kekerasan seksual.
Diketahui, sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi meneken Undang-Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). (edj)
Editor: Erna Djedi







