Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek) Nizam yang memantau langsung pelaksanaan ujian ini menyesalkan masih ada peserta UTBK SBMPTN 2022 yang masih melakukan tindakan tersebut.
Dia kembali mengingatkan para peserta untuk percaya pada diri sendiri dan jangan coba-coba curang karena akan merugikan diri sendiri.
“Kalaupun lolos dari pengawasan, ketika lulus, peserta yang susah sendiri karena tidak bisa mengikuti proses perkuliahannya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) 2022 Prof. Budi Prasetyo menegaskan, perjokian memang selalu menyasar prodi-prodi favorit.
Sistem joki setiap tahun makin canggih.
Oleh karena itu, LTMPT terus meningkatkan standar operasional pelaksanaannya, minimal menggunakan metal detector yang mahal.
“Mau ditanam di tubuh pun kalau alat metal detector-nya bagus akan terdeteksi. Seperti di UNJ ini menggunakan sejenis chip yang ditanam di tubuh peserta,” katanya.
Terhadap pelaku kecurangan, Prof. Budi menegaskan tidak ada ampun lagi yaitu mereka tidak dibolehkan ikut UTBK SBMPTN lagi. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal







