Niat dan Tata Cara Puasa Qadha atau Bayar Utang Puasa Ramadhan Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya dalam Bahasa Indonesia
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Usai bulan puasa Ramadhan, saatnya melaksanakan puasa qadha.
Puasa qadha atau utang puasa Ramadhan yang baru saja dijalani wajib dibayar dan ditunaikan.
Biasanya, mereka yang memiliki utang puasa adalah yang tak bisa berpuasa Ramadhan karena sebab-sebab tertentu seperti hamil yang jika berpuasa bisa membahayakan kesehatan ibu atau janinnya, sakit, haid, nifas dan menyusui anak.
Mereka yang tak bisa berpuasa Ramadhan karena sebab-sebab itu maka wajib membayar puasa yang ditinggalkan di bulan-bulan selain Ramadhan sebanyak jumlah puasa yang tak dikerjakan tersebut.
Puasa tersebut disebut puasa qadha.
Menurut ustadz Adi Hidayat, puasa qadha wajib hukumnya untuk dibayar karena merupakan utang kepada Allah SWT dan jika tidak ditunaikan selama di dunia akan ditagih oleh Allah kelak di akhirat.
Jika ada yang ingin berpuasa Syawal usai puasa Ramadhan sementara dia juga memiliki tanggungan puasa qadha, maka yang wajib didahulukan adalah puasa qadha karena utang wajib dibayar.
Niat Puasa Qadha
Memulai puasa qadha adalah dengan berniat.
Niatnya adalah seperti di bawah ini:
"Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ."
Artinya: "Aku berniat untuk meng-qadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
Tata Cara/Panduan Puasa Qadha
- Ucapkan niat puasa qadha di malam hari sebelum melaksanakan puasa
- Makan sahur sebelum waktu salat subuh
- Mulai berpuasa sejak waktu subuh hingga magrib
- Berbuka puasa di waktu magrib
(brs)
Editor: Yayu Fathilal