Besok 26 April, BNPB Imbau Masyarakat Bunyikan Klakson, Sirine, Kentongan, Pukul 10.00 WIB
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengajak seluruh masyarakat Indonesia membunyikan klakson, sirine, hingga memukul kentongan untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2022.
Suharyanto meminta masyarakat melakukan bunyi-bunyian serentak pada Selasa, 26 April 2022 pukul 10.00 WIB.
Peringatan itu dilakukan sebagai tanda bahwa masyarakat Indonesia siaga kapanpun bencana hadir.
"Kami imbau pada hari besok puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana tanggal 26 April 2022 pukul 10.00 WIB mari kita semua serentak memukul kentongan, mungkin membunyikan klakson, sirine, dan yang lain-lain yang berkaitan dengan bunyi-bunyian selama beberapa menit untuk menandakan Hari Kesiapsiagaan Bencana," kata Suharyanto dalam acara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2022, Senin (25/4/2022), dilansir CNN.
Dia mengatakan Presiden Joko Widodo akan memberi sambutan khusus untuk memperingati hari tersebut.
Selain itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hingga Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga akan memberikan sambutan.
Diketahui, 26 April diperingati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. Hari siaga bencana itu pertama kali diperingati pada tahun 2017.
Dalam memperingati hari tersebut, BNPB kerap mengimbau masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi aktif dengan membunyikan tanda serentak seperti memukul kentongan, lonceng, dan menyalakan sirine.
Melalui bunyi-bunyian tersebut, masyarakat Indonesia diharapkan sadar dan siaga dengan segala ancaman bencana baik bencana alam maupun non alam.
Sementara itu, dikutip dari laman resmi BNPB, Letjen TNI Suharyanto menekankan bahwa peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang diselenggarakan tiap tahunnya bukan hanya sekadar perayaan seremonial.
"Peringatan HKB adalah media untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan kita sebagai bangsa, khususnya masyarakat yang ada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana," jelasnya dalam konferensi pers Menuju Puncak Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2022 di Pendopo Bupati Sleman, Senin (25/4).
Suharyanto juga menjelaskan bahwa peran aktif seluruh pihak pentaheliks (pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media) sangat penting untuk kefektifan pengurangan risiko bencana. Artinya, masyarakat harus bisa berpartisipasi dalam meningkatkan kapasitas, mulai dari tingkat individu, keluarga, hingga komunitas.