Meski komentar tersebut dinilainya bukan sebuah masalah, tapi sosok Barbie Kumalasari yang kontroversial membuatnya seolah-olah merasa dirundung.
“Aku ngerasa fine aja dibilang mirip sama Barbie Kumalasari, cuma nggak tahu karena dia sensasional jadi seolah-olah nge-bully,” bebernya.
Ditanya lebih lanjut soal operasi plastik, Tina mengaku sebenarnya ia pernah ingin melakukan prosedur kecantikan itu di Korea Selatan karena ada masalah di bagian rahangnya.
Sayang, keinginan itu harus ia urungkan karena kesibukannya sebagai anggota DPRD.
“Waktu sebelum pandemi pengen ke Korea (buat oplas) tapi sekarang kondisinya belum memungkinkan,” tutupnya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal







