Untuk itu, ia meminta semua pihak terkait untuk berupaya keras agar sistem pencegahan dan penanganan stunting ini dapat bekerja dengan baik agar anak-anak nantinya tidak lagi stunting.
“Investasi sumber daya manusia memang tidak bisa secara langsung kita rasakan. Namun ini adalah komitmen kita bersama agar anak cucu kita di masa yang akan datang memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi,” pesan Paman Birin.
Selain masalah stunting, Paman Birin juga menyoroti soal angka pernikahan anak yang cukup tinggi di Kalsel. Untuk itu, dalam rangka menyiapkan generasi yang berkualitas, Program Generasi Berencana (Genre) harus tetap menjadi prioritas.
Selain itu, permasalahan kesehatan ibu juga penting dikoordinasikan dengan instansi terkait seperti dinas kesehatan agar dapat menekan angka kematian ibu, bayi dan balita yang selama masa pandemi mengalami peningkatan.
Rakerda Bangga Kencana tahun 2022 menghadirkan Inspektur Utama BKKBN Pusat, Ari Dwikora Tono selaku keynote speaker yang membahas materi seputar kebijakan dan startegi percepatan penurunan stunting dalam meningkatkan kualitas SDM melalui konvergensi lintas sektoral (pemanfaatan data PK) tahun 2021.
Rakerda Bangga Kencana itu dihadiri langsung Inspektur Utama BKKBN Pusat, Ari Dwikora Tono dan Kepala BKKBN Kalsel H. Ramlan serta diikuti peserta dari yang diikuti dari kabupaten/kota se-Kalsel. (Adpim)
Editor : Hasby







