WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor memberikan apresiasi kepada BKKBN Provinsi Kalsel atas terselenggaranya Rakerda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun mengingatkan pentingnya penanganan yang serius soal stunting.
Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Indonesia menunjukan penurunan dari 27,7 persen di tahun 2019 menjadi 24,4 persen. Namun, prevalensi underweight mengalami peningkatan dari 16,3 persen menjadi 17 persen.
Sedangkan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), angka stunting masih berada pada 30 persen. Melihat angka ini, masih perlu tindakan serius untuk menyelesaikan permasalahan stunting yang masih di atas batas target badan kesehatan dunia atau WHO. Bahkan Kalsel masih menjadi satu dari 10 daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.
Oleh karenanya, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengingatkan, perkara stunting ini bukan perkara yang ringan. Generasi penerus bangsa ini tidak boleh dibiarkan mengalami kekerdilan dan kekurangan asupan gizi.
Asupan gizi harus diperhatikan sejak anak masih dalam kandungan sampai pada 1000 hari pertama kehidupan.
“Jika kita telusuri lebih lanjut berbicara stunting kita tidak bisa mengesampingkan kondisi awal sejak anak tersebut dikandung. Kalsel masih menjadi daerah dengan kasus pernikahan anak yang tinggi. Hal ini secara langsung juga berdampak pada tumbuh kembang anak,” ujar Sahbirin Noor yang biasa disapa Paman Birin itu.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Provinsi Kalsel atas terselenggaranya rakerda yang diharapkan dapat mensinkronisasikan berbagai kebijakan dan kegiatan dalam rangka pelaksanaan Rencana Aksi Nasional percepatan penurunan angka stunting Indonesia (RAN PASTI).
“Harapan saya penanganan stunting ini dapat segera dilakukan, mengingat angka stunting Kalsel cukup besar dan diperlukan kerjasama antar berbagai sektor agar permasalahan ini segera berakhir,” ujarnya.
LebIh lanjut dikatakan, kurangnya akses layanan kesehatan juga memiliki dampak yang cukup serius dalam peningkatan angka stunting, khususnya bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan.







