“Kalau perlu pak Menag (Yaqut), 300 ayat yang menjadi pemicu hidup intoleran, radikal, dan membenci orang lain karena beda agama itu diskip atau direvisi atau dihapuskan dari Alquran Indonesia. Ini sangat berbahaya sekali,” kata Saifuddin.
Tidak hanya itu, Saifuddin meminta Menag Yaqut agar ayat suci yang dianggapnya keras untuk tidak diajarkan dilingkungan pesantren maupin madrasah. Hal ini lantaran untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari kehancuran.
“Menjadi perhatian saya ayat Alquran itu keras tidak diajarkan di pesantren, ataupun madrasah di seluruh Indonesia. Merevisi semua kurikulum itu agar tidak menghancurkan bangsa kita,” tuturnya. (MUI)
Editor Restu







