Densus 88 Tangkap 12 Tersangka Teroris Dalam 2 Hari di Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor Hingga Batam

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Dalam 2 hari terakhir, Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri meringkus total 12 tersangka teroris di wilayah DKI Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor hingga Batam.

Operasi penangkapan tersebut dilakukan terhadap anggota dari jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) dan kelompok pendukung Negara Islam dan Suriah (ISIS).

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Kamis (17/3/2022) membenarkan kabar tersebut.

Lebih lanjut dia mengatakan 4 orang ditangkap di Kepri 4 adalah dari JI, demikian juga yang di Banten, sedangkan yang lainnya merupakan pendukung ISIS

Tersangka yang merupakan pendukung ISIS berinisial RS (25) ditangkap di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor pada Selasa (15/3/2022) pagi.

Ia diduga berencana melakukan aksi penyerangan atau Amaliyah ke gedung DPR.

Selain itu, tersangka RS disebutkan Densus juga kerap membagikan video-video kekerasan yang dilakukan oleh ISIS di akun media sosial Facebook.

Dari RS, polisi mengamankan barang bukti berupa pisau sangkur berwarna hitam sebanyak satu unit, dan satu handphone berwarna hitam.

Dua tersangka lainnya yang juga merupakan pendukung ISIS ditangkap di Palmerah, Jakarta Barat berinisial MR dan di Ciputat, Tangerang Selatan berinisial HP.

“Keduanya merupakan pendukung Daulah Islamiyah ISIS,” sebutnya.

Mereka pun bertugas sebagai editor video dalam grup ‘Annajiyah Media Centre’.

Grup itu berfungsi untuk menyebarkan propaganda yang membangkitkan semangat jihad.

Polisi pun menyebutkan bahwa tersangka MR didapati memiliki senjata yang diduga Airsoft berjenis AK47 dan Makarov.

Dari data yang dihimpun, Densus juga menangkap empat tersangka terorisme di wilayah Banten pada 15 Maret 2022.

Empat tersangka itu masing-masing berinisial UMB, GU, SS, SU dan TO yang semuanya merupakan anggota Jamaah Islamiyah (JI).

Para tersangka memiliki peran berbeda-beda.

Salah satunya, tersangka GU disebutkan telah rutin melakukan kegiatan idad atau latihan dengan mendaki gunung sejak 2015 hingga 2017.