Buya Amirsyah pun menyebut bahwa pembangunan museum ini banyak yang janggal dan cacat prosedur.
Sekjen MUI ini juga merasa kaget dan terkejut dengan adanya museum Holocoust di Indonesia. Ia juga berpandangan, museum yang menyangkut soal luar negeri seharusnya pemerintah pusat dilibatkan. Namun, menurutnya, pemerintah pusat tidak dilibatkan.
Baca Juga Kapolri Temui Ketum MUI dalam Suasana Informal, Dekat, dan Hangat
Dengan demikian, untuk mengakhiri pro dan kontra akibat hadirnya museum Holocoust ini, Buya Amirsyah menyarankan agar sebaiknya museum Holocoust ditutup di Indonesia.
“Karena apa? Indonesia memiliki kepribadian khusus sesuai dengan Pancasila, dan Pembukaan UUD 1945. Lebih baik dirikan museum lain yang relevan dengan kepribadian bangsa Indonesia,” pungkasnya.(aqu)
Editor Restu







