Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Semburan Abunya Lebih Tinggi Mencapai 1.500 Meter

Masyarakat dilarang mendekat maupun beraktifitas di radius 2 km.

Anak Krakatau juga erupsi kemarin dengan ditandai keluarnya asap tinggi dari kawah gunung di tengah Selat Sunda tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika langsung mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi di sekitar Selat Sunda.

Anak Krakatau punya sejarah menimbulkan bencana dahsyat.

Sang ibu, Gunung Krakatau meletus pada 1883 menimbulkan bencana massif sebelum ‘menghilang.’
Beberapa tahun kemudian, tumbuh gunung api baru dan dinamai Anak Krakatau.

Sang anak ini pernah erupsi dahsyat pada 2018 yang memicu tsunami di Selat Sunda. (brs/berbagai sumber)

Editor: Yayu Fathilal